Terlepas dari merebutkan piala atau tidak, bersepeda jarak jauh menjadi kebanggaan sendiri bagi para pesepeda. Semakin banyak angka yang ditunjukkan Strava, semakin mengembang kebanggaan riders. Bagi riders yang tidak peduli dengan angka-angka di Strava (atau sport tracker lainnya), menambah jarak atau bersepeda tetap menjadi pencapaian tersendiri dan semakin banyak lokasi bersepeda yang iconic bisa dilewati. Sayangnya, tak semua pengendara cukup kuat untuk mengayuh lebih lama. Kedua kaki gemetar di beberapa belas atau puluh kilo pertama, lengkap dengan napas ngos-ngosan, bisa jadi tanda kalau Riders belum cukup terbiasa dengan bersepeda jarak jauh.

Don’t fret! Meskipun mengayuh pedal puluhan kilometer terdengar gila dan mustahil bagi pemula, kami menyediakan beberapa tips ampuh untuk membantu Riders mewujudkannya. Simak tips berikut lalu bersiaplah bersepeda lebih lama—dan lebih jauh—dari biasanya!

Makan dan Minum yang Cukup

Makan dan Minum yang Cukup

Sepeda memang tak membutuhkan bensin untuk beroperasi, tapi Riders-nya sendiri butuh! Sebagai mesin yang menjalankan laju sepeda, makan dan minum sangatlah penting untuk bahan bakar Riders agar tetap bertenaga sampai di tujuan. Mulailah dengan sarapan ringan, misalnya dengan semangkuk bubur lalu disusul dengan buah. Setelah itu Riders bisa kembali mengisi perut kira-kira setelah satu jam berkendara, dilanjutkan dengan ngemil setiap 30-45 menit.

Eits, tapi ingat, ya, makanan yang dimaksud bukan sekotak ayam goreng dari resto siap saji atau cilok bakar di depan pom bensin. Yang tubuh Riders butuhkan adalah makanan berkalori tinggi seperti sebuah pisang atau setengah potong energy bar. Pastikan juga Riders tetap terhidrasi dengan meneguk cairan setiap kurang lebih 15 menit. Air mineral tentu saja pilihan terbaik. Hanya saja, untuk mengganti karbohidrat yang hilang selama olahraga jarak jauh, sport drink juga perlu disiapkan.

Persiapan adalah Kunci

Persiapan adalah Kunci

Berbeda dengan commuting ke tempat kerja atau gowes ke taman kompleks, bersepeda jarak jauh membutuhkan serangkaian persiapan yang matang serta dedikasi yang kuat. Persiapan ini bisa dimulai dari mengecek sepeda: apakah bannya tidak bocor, apakah rantainya butuh pelumas, apakah remnya cukup pakem?

Ingat untuk selalu membawa toolkit dan gear cadangan barangkali ada mechanical error di perjalanan. Lebih baik lagi kalau Riders menyempatkan untuk melakukan service sepeda demi mengurangi kemungkinan timbulnya kendala pada sepeda.

Baca artikel: Perlengkapan wajib untuk gowes jarak jauh

Persiapan lain yang sama pentingnya adalah mengenali medan. Ketika Riders sudah tahu medan seperti apa yang akan dihadapi, Riders lebih mudah menentukan pakaian mana yang tepat untuk dikenakan, barang apa saja yang dibutuhkan, serta seberapa banyak bekal yang perlu dibawa.

Bagi Menjadi Pos-Pos Pendek

Bagi Menjadi Pos-Pos Pendek

Bersepeda ratusan kilometer tentu terdengar sangat berat bagi pemula. Mendengarnya saja bahkan sudah membuat lelah. Oleh karena itu, ada baiknya Riders membagi rute panjang itu menjadi pos-pos pendek untuk beristirahat atau snacking. Jika Riders berencana bersepeda 100 km, Riders dapat membaginya menjadi 3 pos: 30 km pertama, 30 km kedua, dan 40 km sisanya. Dengan begitu, Riders bisa fokus mencapai pos terdekat tanpa terbebani bayangan garis finis yang masih jauh di ujung sana.

Pembagian ini juga merupakan strategi yang baik untuk mengatur kecepatan dan menjaga stamina. Dari garis start ke pos pertama, bersepedalah dengan kecepatan yang nyaman. Gunakan juga gigi yang rendah untuk menghemat energi. Menuju pos kedua, tingkatkan sedikit kecepatan. Setelah itu, barulah habiskan energi yang tersisa di bagian terakhir. Ingat, jangan pernah memaksakan diri. Kalau Riders merasa kesulitan bernapas atau kaki terasa terbakar, tandanya Riders perlu berhenti dan istirahat sejenak.

Ganti Posisi

Ganti Posisi

Setiap sepeda didesain sebaik mungkin untuk membuat pengendaranya nyaman. Hanya saja, kalau Riders berkendara ratusan kilo, tak dapat dimungkiri kalau satu per satu bagian tubuh mulai merasa linu. Baik itu tangan, bahu, leher, atau bokong, semuanya mulai meminta untuk rebahan di sofa saja. Hei, bukan berarti permintaan itu harus dituruti! Cara terbaik untuk berkompromi adalah dengan sesekali mengganti posisi. Misalnya, pindahkan tangan dari atas setang ke bagian ujungnya, lalu ke bagian drop-nya. Angkat bahu selama 5 atau 10 detik untuk melegakan leher dan pundak. Riders juga dapat sesekali duduk lebih maju atau lebih mundur untuk menemukan posisi ternyaman pada sadel. Sesekali berdiri juga bukan pilihan yang buruk, misalnya saat tanjakan, untuk meluruskan kaki.

Practice Makes Perfect

Practice Makes Perfect

Cara terbaik melatih fisik agar tahan bersepeda lebih lama adalah dengan bersepeda lebih lama. Yup, menonton Netflix dengan selimut tebal di atas kasur empuk memang sangat menggoda. Tetapi, kalau Riders ingin sukses mencapai 100 km target bersepeda (atau lebih), rajin berlatih adalah kuncinya. Bukannya tidak mungkin, tapi kalau Riders terbiasa gowes 10 km dan tiba-tiba melompat ke 100 km, risiko yang menunggu di depan adalah cedera serius. Oleh karena itu, Riders dapat sedikit demi sedikit meningkatkan jarak dan intensitas latihan agar tidak K.O saat bersepeda jarak jauh yang sesungguhnya.

Caranya? Well, Riders dapat menambahkan durasi setengah jam setiap bersepeda. Kalau biasanya bersepeda dua jam, mengayuhlah dua setengah jam di latihan berikutnya, lalu tiga jam di latihan berikutnya lagi. Begitu seterusnya. Dengan begitu, otot-otot kaki akan mulai terbiasa mengayuh lama dan siap mengayuh lebih lama lagi.

Nah, itu dia lima tips agar Riders dapat bersepeda lebih lama. Entah Riders ingin bersepeda berjam-jam karena memang hobi, ingin mengikuti lomba, atau berharap dapat menurunkan berat badan, jangan lupa untuk menikmati setiap kayuhan dan bersenang-senang. Selamat mencoba!

Koleksi Sepeda