Roof box adalah cara mudah untuk menambah ruang penyimpanan ekstra saat perjalanan panjang seperti mudik lebaran. Kargo tambahan ini juga membuat ruang dalam mobil lebih longgar untuk perjalanan lebih nyaman. Di sini kita membahas beberapa hal terpenting yang perlu diingat saat memasang, memuat, dan bepergian dengan roof box. Perhatikan tip-tip ini dan nikmati pengalaman mudik tanpa khawatir tentang barang bawaan. Let’s dive in!

1. Perhatikan batas muatan

Perhatikan batas muatan

Setiap roof box memiliki batas muatan maksimal. Misalnya saja Thule Ocean 80 Roof Box berkapasitas 50 kg dan Thule Motion 600 Roof Box berkapasitas 75 kg. Artinya, Riders tidak boleh memasukkan barang dengan muatan melebihi angka tersebut. Selain itu, penting untuk mengetahui batas berat yang mampu ditampung atap mobil Riders sehingga Riders tidak bisa asal membeli roof box dengan kapasitas terbesar. Lebih jauh lagi, roof box tidak boleh memanjang melewati bagian mobil karena akan menghambat Riders saat membuka bagasi.

2. Perhatikan tinggi kendaraan

Perhatikan tinggi kendaraan

Ingatlah bahwa setelah Riders menambahkan kotak penyimpanan ke bagian atas mobil, kemungkinan untuk mengakses beberapa tempat menjadi lebih terbatas karena tinggi kendaraan bertambah. Misalnya, saat memasuki garasi parkir, melewati portal perumahan, atau bahkan saat memasuki area drive-thru. Dalam kebanyakan kasus, segalanya bisa berjalan lancar-lancar saja, tetapi jika roof box Riders terlalu tinggi, Riders perlu ekstra berhati-hati agar tidak merusak mobil atau benda lain.

3. Perhatikan desain roof box

Perhatikan desain roof box

Pemasangan roof box, selain menambah beban mobil, juga menambah hambatan angin. Artinya, mobil bisa melaju lebih lambat. Solusinya? Pilih roof box dengan desain aerodinamis, yaitu dengan ujung meruncing seperti Thule Force XT. Dengan desain seperti itu, laju mobil dapat lebih efisien. Meskipun begitu, Riders tetap harus berhati-hati dan menghindari mengerahkan kecepatan tinggi saat mengemudi demi keamanan.

4. Letakkan barang berat di bagasi

Letakkan barang berat di bagasi

Mungkin penumpang mobil Riders cukup banyak sehingga Riders tergoda meletakkan barang-barang berat dan besar di roof box. Perlu diperhatikan kalau mobil mempunyai batas berat yang lebih besar daripada roof box. Sehingga, lebih baik meletakkan barang terberat di dalam mobil untuk menghindari kerusakan mobil dan menghindari mobil oleng di jalan.

5. Ratakan beban muatan

Ratakan beban muatan

Masih tentang berat, penting untuk meratakan beban ke seluruh bagian roof box sehingga mobil bisa melaju dengan seimbang, tidak berat di satu sisi saja. Letakkan barang-barang yang lebih ringan di bagian depan dan belakang roof box, sedangkan yang lebih berat di tengah. Penataan ini akan membuat beban lebih seimbang.

6. Masukkan barang yang tidak digunakan

Masukkan barang yang tidak digunakan

Roof box adalah rumah yang sempurna untuk barang-barang berbentuk ganjil seperti sepeda, peralatan olahraga, perlengkapan camping, dan semacamnya. Ketimbang meletakkannya di bagasi, Riders bisa menyimpannya di roof box. Lagipula barang-barang seperti ini jarang digunakan selama perjalanan sehingga mobil dapat diisi barang yang penting saja. Riders dan keluarga dapat menikmati ruang yang lebih luas dan bisa bergerak dengan lebih leluasa.

7. Pastikan pemasangannya benar

Pastikan pemasangannya benar

Tentu Riders tak ingin roof box berharga itu melayang di jalan saat terjadi goncangan atau angin kencang dan hujan lebat sehingga pastikan roof box terpasang dengan benar. Beberapa produk seperti Thule Motion XT memiliki indikator torsi yang memberi tahu Riders saat produk sudah dipasang dengan sempurna. Manfaatkan berbagai tali, pengait, dan penahan di bagian dalam untuk menjaga barang-barang tetap di tempat jika ada goncangan sekaligus meminimalkan kebisingan selama perjalanan. Dengan begitu Riders tak perlu berkali-kali menepi untuk memastikan semuanya aman.

8. Cek sistem penguncian

Cek sistem penguncian

Sistem penguncian menjaga barang-barang Riders tetap aman. Hanya saja, jika barang-barang bawaan Riders terkumpul di area penguncian, yang terjadi justru kemungkinan roof box tidak bisa terbuka karena macet. Atau, lebih buruk lagi, kotak penyimpanan dapat tidak sengaja terbuka saat Riders mengemudi di jalan. Beberapa roof box akan memiliki lebih dari satu kunci, jadi periksa kembali dan pastikan semuanya terkunci dengan benar sebelum mobil melaju.

9. Cari roof box yang mudah dipasang dan dilepas

Cari roof box yang mudah dipasang dan dilepas

Roof box dapat meningkatkan konsumsi bahan bakar mobil bahkan saat kotaknya kosong sehingga lebih baik Riders melepaskan roof box saat tidak digunakan. Mempertimbangkan poin tersebut, ada baiknya Riders mencari roof box yang mudah dilepas dan dipasang lagi di atap saat dibutuhkan. Dengan begitu, Riders dapat menikmati fleksibilitas tanpa membuang bahan bakar.

10. Pastikan roof box benar-benar tahan air

Pastikan roof box benar-benar tahan air

Hujan dan kelembapan bisa menjadi masalah kalau Riders membawa barang yang sensitif terhadap air. Barang-barang seperti itu tidak boleh ditempatkan di bagian depan kotak karena biasanya di situlah kelembaban lebih mungkin masuk saat Riders mengemudi. Untuk berjaga-jaga, Riders dapat mengemas barang-barang dalam kantong plastik tahan air terlebih dahulu.

Dengan memasang roof box, bayangan tentang mudik melelahkan akibat berdesak-desakan dengan kardus dapat dihilangkan. Yang jelas, selama Riders mengikuti semua instruksi yang sesuai serta tips kami untuk penggunaan yang benar, perjalanan mudik ke kampung halaman bisa jadi lebih seru dan aman. Selamat mencoba!